Apa momentum hari ini yang paling maknawi?
Saat senja tiba, saya sering bertanya pada diri sendiri. Mungkin, seharian sudah beraktivitas. Sibuk sana-sibuk sini, pokoknya banyak betul yang dikerjakan. Tapi, kadang sebatas aktivisme. Kita seolah sudah merasa lakukan banyak hal, tapi sebenarnya kadang tidak begitu signifikan dalam kehidupan.
Seiring perjalanan hidup. Saya kemudian mencoba untuk berusaha memberikan arti atas apa yang dikerjakan hari ini. Mungkin, dalam sehari bolehlah kita pilih, momentum apa yang benar-benar maknawi.
Istilah maknawi ini saya ambil dari konteks hijrah nabi. Di mana, ada dua dimensi hijrah. Pertama, hijrah makani , hijrah berdasarkan tempat. Kedua yakni hijrah maknawi, hijrah dari sisi sikap.
Hanya saja, kalau dengan istilah yang gampang. Penjelasan sederhananya, hidup yang bermakna (maknawi), kita artikan menjalani kehidupan dengan tujuan yang jelas, bernilai, dan memberikan dampak positif bagi diri sendiri, orang lain, lingkungan, serta berorientasi pada ibadah kepada Tuhan (Allah).
Setiap orang, tentu berbeda-beda dalam menjalani hidup secara “Maknawi”, begitu juga, momentum hidup yang paling “Maknawi” juga beragam.
Saya sendiri pernah duduk sendirian setelah shalat di Masjid Ibnu Batutah, Nusa Dua, Bali. Di situlah dulu saya memutuskan untuk secepatnya menikah agar bisa menggenapkan separuh agama.
Jauh, setelahnya, duduk bersama istri tercinta, berdua saja, di tepian Sungai Pabelan, Magelang. Kembali menata hidup, membincangkan arah pernikahan yang akhirnya menjadi kesepakan bersama. Kemudian diam-diam diwujudkan pelan-pelan.
Pada momen lain. Duduk berdua saja dengan anak perempuan pertama. Pada sebuah taman sambil menyeruput teh bersama. Bicara dari hati ke hati. Membiarkan uneg-uneg sang anak terluahkan dan kita cukup mendengarkan.
Atau di luar keluarga. Hadir mendengarkan nasihat-nasihat “Sang Guru” dalam kajian pekanan. Itu beberapa contoh hidup yang maknawi. Momentum hidup yang benar-benar memberikan makna dalam kehidupan.
Terlihat sederhana, tapi bagi saya sangat bermakna.
Sementara, memang seorang ayah tentu punya banyak cerita bagaimana terus bekerja keras dan cerdas untuk menghidupi keluarga. Kalau yang ini, ya biasa, bukan Istimewa. Setiap ayah melakukannya.
Kini, satu pertanyaan kecil, dalam sehari ini, apa momentum hidupmu yang paling maknawi? []
(Yons Achmad. Kolumnis, tinggal di Depok)