Masa kanak-kanak itu…
Selepas pulang sekolah di SD Kanisius, Magelang. Sebuah sekolah Katolik, kami sesekali meluncur ke Sungai Pabelan. Untuk bermain, mandi. Sungainya masih jernih kala itu. Belum banyak perusahaan penambang pasir. Kenangan masa kecil, salah satunya di tempat itu.
Di SD itu, kami sekelas 24 orang. Lebaran, menjadi pertemuan kami kembali. Saat SMP, 22 orang masuk SMP Santa Maria. 2 orang lain, teman saya satunya masuk sekolah Muhammadiyah, sementara saya tak lanjut ke sekolah Katolik itu. Saya masuk sekolah negeri.
Di tepian Sungai Pabelan, kami hidup.
Sebuah Sungai yang menghidupi. Untuk pengairan petani, untuk peternakan, perikanan air tawar. Juga bermain masa kanak-kanak. Sungai itu, dengan jembatan bambunya, dulu bisa menghubungkan orang-orang menuju Pasar Talun. Sebuah pasar, tempat orang tua kami dulu membelikan baju lebaran.
Sekian tahun kemudian, jembatan itu tak ada lagi. Sungai menjadi dalam dan keruh. Dikeruk batu dan pasirnya. Anak-anak, tak lagi bisa bermain-main di sungai itu. Kini, semua hanya tinggal kenangan. Keterikatan anak-anak kini pada sungai itu tak ada lagi.
Hidup juga berubah, di kampung saya, bahkan sekarang air bersih alami sulit didapatkan. Terpaksa berlangganan air PDAM. Artinya, di kampung, untuk mendapatkan air bersih layak minum, masyarakat harus membayar. Agak ironis memang.
Alam. Sebagai anugerah Tuhan, memang telah memberikan segalanya. Tapi kadang manusia terlalu serakah. Tepatnya, kurang bisa menjaga keseimbangan alam. Hasilnya jelas, kesulitan-kesulitan hidup hadir, karena ulah serakah sebagian orang yang dampaknya dirasakan semua orang di lingkungan itu.
Hari ini saya belajar, jika hidup seimbang. Semuanya bakal baik-baik saja.
Sementara, ketika, umpamanya, keserahakan sudah mulai hadir. Dalam perkara apapun. Tidak pernah merasa cukup. Sudah pasti, cepat atau lambat dunia kita dan dunia sekitar bakal menjadi goyang. Bahkan, bisa bikin dunia kita “Lumpuh”. Sebuah kabar kurang menyenangkan yang sebenarnya bisa kita hindari lebih awal. []
(Yons Achmad. Kolumnis, tinggal di Depok)