Saya baca Koran Kompas (1/15/26), ada berita menarik. Di China, orang ramai-ramai mengunduh aplikasi “Are You Dead”, diperuntukkan bagi mereka yang hidup sendirian. Nama aplikasi baru ini bikin geger karena terdengar suram menyeramkan, yaitu Are You Dead atau dalam bahasa China namanya Si Le Me (Apakah Kamu Sudah Tiada).
Meski terdengar seram, rupanya banyak orang yang suka dengan aplikasi ini. Are You Dead menjadi aplikasi berbayar yang paling banyak diunduh di China, terutama di kalangan anak muda yang tinggal sendirian di kota.
Are You Dead ingin memastikan jika terjadi sesuatu pada penggunanya, orang terdekat atau keluarga akan mendapatkan kabar secepatnya. Aplikasi ini lahir dari kekhawatiran masyarakat China mengenai bagaimana jika sesuatu terjadi pada diri mereka dan tidak ada yang mengetahuinya.
Cara pakai aplikasi ini sederhana. BBC, Senin (12/1/2026), menyebutkan, para pengguna Are You Dead perlu daftar diri (check-in) setiap hari dengan memijit tombol bulat berwarna hijau terang dengan gambar hantu di tengahnya. Daftar diri ini untuk memastikan penggunanya masih hidup.
Jika tidak ada kabar dari pengguna selama dua hari berturut-turut, Are You Dead akan menghubungi teman atau saudara yang menjadi kontak darurat pengguna. Mereka akan diberi tahu melalui surat elektronik bahwa si pemilik akun kemungkinan sedang dalam masalah karena tak ada kabar selama dua hari.
Pada 2030 akan terdapat setidaknya 200 juta rumah tangga yang hanya terdiri atas satu orang di China.
Lebih dari 30 persen orang di China hidup sendirian. Merekalah target aplikasi yang menyebut diri sebagai ”pendamping keselamatan untuk pekerja kantoran yang bekerja sendirian, mahasiswa yang tinggal jauh dari rumah, atau siapa pun yang memilih gaya hidup menyendiri”.
Bagi mereka yang tidak suka, aplikasi Are You Dead terdengar kurang menyenangkan. Bahkan, ada yang khawatir mengunduh aplikasi ini akan membawa nasib buruk. Mereka mengusulkan agar namanya diubah menjadi lebih positif, seperti Are You OK? atau How Are You?. Perusahaan pembuat Are You Dead, Moonscape Technologies, sedang mempertimbangkan untuk mengubah namanya.
Membaca berita itu, saat dulu masih hidup sendirian (sebelum menikah) juga pernah gelisah juga. Bagaimana kalau tiba-tiba mati? Tapi era itu kini sudah berlalu. Hanya saja, saya setuju-setuju saja hadirnya aplikasi itu. Saya juga mendukung pengubahan nama dari “Are You Dead” jadi “Are You Oke” biar auranya lebih positif.
Hanya, terlepas dari semua ini, sebenarnya apa yang masih menandakan seseorang tetap hidup?
Benar, tak lain dan tak bukan masih tetap terus bekerja, berkarya. Tanpa itu, bisa jadi sebenarnya kita sudah mati walau raga sehat dan jiwa masih bernyawa. Ya, itu sebagai tanda “You’re still alive” (Kamu masih hidup). Kalau filsuf Rene Descartes pernah bilang “Cogito, ergo sum,” yang berarti “Aku berpikir, maka aku ada”. Maka, bolehlah kita berbeda dengan bikin kredo sendiri “Aku Berkarya Maka Aku Ada”.
Yons Achmad. Kolumnis, tinggal di Depok