Ngopi tak sekadar minum kopi (mengopi). Ia boleh dibilang telah menjadi bahasa baru untuk “Rendezvous”. Istilah Rendezvous sendiri (dibaca: randevu) artinya pertemuan atau janji temu yang telah disepakati antara dua orang atau lebih pada waktu dan tempat tertentu, sering kali memiliki kesan rahasia, romantis, atau untuk berkumpul kembali, seperti “temu kangen” teman lama atau pertemuan khusus.
Istilah “Ngopi Yuk” kini menjadi sering terdengar akrab, khususnya bagi kalangan kaum urban (perkotaan). Ketika mendengar ajakan demikian, apa pikiran yang terbayang? Tentu teramat banyak ragamnya. Bisa sekadar ajakan ngumpul alias nongkrong tanpa agenda, sekadar ajang temu kangen karena bisa jadi sekian lama tidak jumpa kawan lama, atau karena memang ada agenda penting yang harus dibicarakan antara kedua belah pihak. Sang pengundang maupun yang diundang.
Kabar baiknya, ngopi-ngopi semacam ini tak selalu bermakna sia-sia.
Tak bisa dibilang buang-buang waktu.
Tak bisa dibilang cuman buang-buang uang.
Ngopi-ngopi, bagi saya sebuah aktivitas menarik. Ia adalah semacam ruang silaturahmi, bertemu dengan kawan-kawan. Baik satu profesi maupun lintas pertemanan. Satu hal yang selalu saya dapatkan di situ. Tak lain tak bukan, sebuah cerita. Kadang, tak hanya satu cerita, tapi “Sejuta” cerita. Untuk menggambarkan begitu banyak cerita yang bisa kita dapatkan lewat pertemuan kongkow-kongkow ngopi itu.
Seperti biasanya, dalam acara ngopi-ngopi, saya menempatkan diri jadi pendengar yang baik. Sambil mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang memantik cerita-cerita lain muncul. Saya, lebih banyak diam, menyimak, menyerap informasi (cerita). Ngomong sesekali saja, jika sedang diperlukan atau diberi kesempatan.
Dalam sebuah pertemuan “Ngopi Bareng”, seperti biasa, akan terlontar “Problem”. Masalah yang terlontar spontan. Nah, di sinilah letak urgensinya. Ketika salah satu “peserta” ngopi bareng terlontar masalah dan ada “peserta” lain yang punya solusinya, di situlah kolaborasi bakal tercipta. Masing-masing pastilah bakal senang.
Itu sebabnya, kalau ada kawan yang ngajak ngopi, saya tak pernah menolaknya. Kecuali kalau memang ada agenda penting, khususnya urusan keluarga yang memang tak bisa ditinggalkan. Selain itu, okelah kita ngopi-ngopi bersama.
Saya pribadi juga mengagendakan ngopi bareng tim. Dalam setiap bulan, beberapa kali saya agendakan. Dan tentu saja, juga alokasikan dana untuk ajak tim atau talenta-talenta yang potensial. Untuk bisa bekerja bersama, untuk bisa berkarya bersama. Agar sama-sama bermakna, agar sama-sama bisa dapatkan “cuan”, agar sama-sama senang. Itu saja. Jadi, ngopi-ngopilah terus. Bakal ada kejaiban-keajaiban hidup setelahnya.
(Yons Achmad. Kolumnis, tinggal di Depok).