Gusti Ora Sare

Jalan ninja orang Jawa, selepas sekolah atau kuliah, biasanya ke Jakarta. Bagi orang Jawa, mau Bogor, Depok, Bekasi, Tangerang, Karawang: semua boleh dibilang sama. Ketika pulang kampung, ditanya kerja di mana, jawabnya “Jakarta”, walau dirinya tinggal dan kerja di Depok. Ya, tempat perantauan itu semua disebut Jakarta.

Kawan seumuran Mas Untung, dulu, kalau umpamanya lulusan SMK (Dulu STM atau SMEA), biasanya mentok bekerja di pabrik-pabrik seputar Cikarang, Bekasi atau Tangerang. Tiap tahun, ada kontrak kerja. Bagi yang beruntung, lanjut sampai pensiun di pabrik itu. Bagi yang kurang beruntung, pindah-pindah pabrik.

Bagi yang lulusan sarjana, biasanya ikut tes CPNS, jadi TNI/Polri atau kerja kantoran. Berkiprah di lingkungan kerja semacam itu. Orang Jawa, khususnya orang Magelangan, jarang yang kemudian merantau jadi pedagang, sangat jarang. Biasanya, paling dominan yang jadi karyawan. Jarang pula yang membuka bisnis sendiri, membuka kantor sendiri, atau berdagang (jualan).

Mas Untung, satu diantara orang Jawa yang agak lain. Coba cari peruntungan dari bisnis kulineran. Itupun sebenarnya tidak direncanakan, karena paksaan keadaan. Awalnya ya hanya dibantu Bejo, tetangga kampung yang membersamainya. Mendirikan “Warung Jowo” dengan segala pernak pernik jatuh bangunnya. Kini, Bejo, sudah lumayan meningkat “derajatnya” jadi semacam “Asisten Pribadi”.

“Sampun dangu juga nggih kulo tumut njenengan Mas”

“Iyo ya Jo, wis lumayan suwi, ora kroso”

Seperti biasa, basa-basi begitu, biasanya Bejo lumayan ada maunya.

“Ajeng onten slametan ting griyane bapak Mas”

“Yo, oke Jo, mengko tak transfer”

Dan Bejo hanya bisa tersenyum sumringah

“Sedoso tahun malih, warung Jowo pripun nggih Mas?” tanya Bejo membuka percakapan baru

“Pokoke kowe tetep melu aku yo, gusti Allah ora sare”

Ya, begitulah keyakinan Mas Untung, Gusti Ora Sare. Tuhan tidak tidur. Pokoknya selalu berbuat baik, tekun, sabar, yakin keadilan Tuhan akan datang. Filosofi Jawa yang manis.

(Yons Achmad. Kolumnis, tinggal di Depok)

About the Author

Yons Achmad

Penulis | Pembicara | Pencerita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like these