Menghidupkan Kembali FLP Purwokerto

Sebuah kabar masuk di Inbox facebook saya.

Assalamu’alaikum Pak Yons Achmad Mohon maaf mengganggu. Perkenalkan. Saya Muflih, eks Ketua FLP Wilayah Yogyakarta. Saat ini saya bersama beberapa anggota FLP Yogyakarta baru saja hijrah tempat tinggal di Purwokerto. Saat ini kami ingin menghidupkan kembali FLP Purwokerto. Karena setelah kami tanya ke FLP Wilayah Jateng dan FLP Pusat, kami dapat info kalau FLP Purwokerto sudah lama sekali vakum. Sehingga membuat kami ingin menghidupkan kembali FLP Purwokerto. Sebelumnya saya dapat informasi kalau bapak dulunya ketua FLP Purwokerto ya pak? Kalau betul pernah di FLP Purwokerto. Kami ingin silaturahmi ke tempat panjenengan pak.

Saya tentu senang mendengarnya. Ya, saya memang pernah aktif di Forum Lingkar Pena (FLP). Konon, organisasi penulis terbesar di Indonesia dengan jumlah anggota ribuan. Di organisasi ini, saya memang tidak banyak berkiprah, tidak juga produktif menulis buku. Kalau tak salah, terakhir saya aktif di Munas FLP Bali, tahun 2013. Acara di Bali itu, saya sempat membuat “Mars FLP”, saat masih jadi Humas FLP Pusat dan SC Munas. Saya tak tahu apakah Mars itu masih dipakai atau tidak sekarang. Setelah tahun itu saya non aktif. Saya masih menulis, tapi independent, tanpa pernah ikut dan gabung lagi acara-acara FLP.

Saat pesan itu tiba. Saya langsung hubungi Mas Dodi (Purwokerto) dan Froz (Cilacap). Pengurus FLP zaman itu. Saat saya masih jadi Ketua FLP Purwokerto. Gayung bersambut. Langsung dibuatkan group WA Keluarga Besar FLP Purwokerto. Bagus. Itulah info terbaru. Selebihnya, tentu silakan terus dikembangkan dan dibentuk kepengurusan baru FLP Purwokerto.

Sekilas FLP Purwokerto. Jejaknya, mungkin tak ada. Hanya emperan depan perpustakaan pusat sebuah kampus di lereng Gunung Slamet itu menjadi saksi. Sepekan sekali ngumpul di tempat itu. Tak banyak, hanya 3-10 orang saja. Beberapa anggotanya sempat melahirkan buku, beberapa diantaranya, karyanya nongol di media-media lokal seperti Radar Banyumas, Suara Merdeka Semarang, Solopos, atau KR Jogja.

Tak banyak kenangan. Setelah itu vakum. Konon pernah dibentuk kepengurusan FLP lagi. Tapi, saya tak tahu ceritanya. Kini, kalau ada yang tertarik membentuk lagi, tentu dengan senang hati saya mendengar dan support penuh. Ternyata, di era “AI” sekarang ini, masih ada juga yang tertarik dunia tulis menulis.

Kini, saya hanya bisa mendukung. Selepas dari kampus lereng Gunung Slamet itu, sampai kini saya belum pernah lagi menjejakkan kaki, mengunjungi kota kecil yang adem dan asyik itu. Selebihnya sekarang, silakan teman-teman yang ingin menghidupkan kembali. Saya di Depok sekarang. Hanya bisa berikan dukungan dari kejauhan.

(Yons Achmad. Kolumnis, tinggal di Depok)

About the Author

Yons Achmad

Penulis | Pembicara | Pencerita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like these